Steroid Seks – Kuliah Tamu

Pemberian terapi hormonal bagi setiap wanita seharusnya dengan memperhatikan tidak hanya indikasi terapi, melainkan juga harus memperhatikan pemilihan obat hormon yang hendak diberikan dengan efek samping yang mungkin terjadi, dimana hal tersebut bisa terjadi secara individual sekali, sangat berbeda kejadiannya antara satu pasien dengan pasien lain. Hal inilah yang masih sering belum diperhatikan oleh dokter – dokter pada praktek sehari – hari. Sehingga tak jarang pasien – pasien yang mendapat terapi hormon dari seorang dokter akan mempunyai keluhan yang berat yang membuat dia mencari dokter lain.

Demikian petikan isi Kuliah Tamu yang diberikan oleh Prof. Dr. Med Ali Baziad,SpOGK (Obgyn FKUI)  kepada para trainee PPDS 2 FER dan residen PPDS 1 Obgyn FK Undip hari Sabtu, 17 April 2010 di Ruang Sidang Utama, Lt3 Obgyn FK Undip – RSUP dr. Kariadi Semarang.

 

 

 

Lebih lanjut Prof. Dr. Med Ali Baziad,SpOGK memberikan contoh apabila seorang wanita ketika mengkonsumsi pil kontrasepsi mengalami keluhan tegang, mudah marah, tension, mudah tersinggung, dll (sindrom pre menstrual) maka sebaiknya dia mengganti pil kontrasepsinya dari golongan hormon yang mempunyai efek anti mineral-kortikoid untuk mengurangi terjadinya retensi cairan untuk mencegah PMS tersebut.

 

 

Dewasa ini produk – produk obat hormonal cenderung mengarah ke produk hormon alami (non-sintetik). Misalkan sebagai obat penguat kandungan non-sintetik allyestrenol (premaston, preabor, dll) digantikan oleh obat – obat dari golongan progesteron murni semacam Cygest®.

 

dr. Syarief Thaufik Hidayat, SpOG(K) sebagai moderator

 

Para residen Obgyn Undip antusias mengikuti Kuliah Tamu ini

 

Penyerahan kenang – kenangan dari Prof. dr. Noor Pramono, SpOG(K) kepada Prof. Dr. Med. Ali Baziad,SpOG(K)

 

Steroid Seks Prof Ali

Related Articles :