Pengaturan Fungsi Tiroid pada Kehamilan : Jalur Adaptasi Endokrin dari Fisiologi hingga Patologi
Telah diamati bahwa gangguan tiroid terjadi lebih sering 4 hingga 5 kali lebih banyak pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki, khususnya pada periode kehamilan. Karena itu tidaklah aneh apabila ditemukan abnormalitas fungsi tiroid saat dilakukan evaluasi laboratorium “rutin” pada wanita hamil.
Salah satu tujuan dari tinjauan berikut ini adalah untuk memperkuat dasar pemikiran sehingga dapat menginterpretasikan perubahan-perubahan yang terjadi dengan tepat. Lebih jauh lagi, kehamilan yang disertai dengan perubahan yang sangat menyolok pada sistem tiroid, yang diakibatkan oleh kombinasi rumit dari faktor-faktor spesifik pada kondisi kehamilan: peningkatan konsentrasi globulin yang mengikat T4, pengaruh CG pada kelenjar tiroid ibu, perubahan kebutuhan yodium, perubahan pada pengaturan sistem autoimun, dan peran plasenta dalam deiodinasi dari iodotironin.
Tujuan lain dari tinjauan ini adalah untuk membahas peran khusus yang dimiliki tiap faktor dan menggambarkan jalur utama adaptasi tiroidal, dalam hal fisiologi dan juga patofisiologi pada kondisi kehamilan. Akhirnya, tujuan ketiga adalah untuk mendiskusikan aspek khusus penatalaksanaan hipotiroidisme (dengan diagnosis hipotiroidisme yang telah tegak, hipotiroidisme subklinis, dan preklinik) dan hipertiroidisme [baik penyakit Graves (GD) atau tirotoksikosis nonautoimun gestasional sementara] jika terjadi pada kehamilan.
Begitulah cuplikan pendahuluan dari penyajian Tinjauan Pustaka oleh dr. Ketut Widaya dengan judul "Pengaturan Fungsi Tiroid pada Kehamilan" yang dibacakan pada hari Selasa, 20 April 2010.
Makalah lengkap dari Tinjauan Pustaka ini dapat anda baca di Perpustakaan Obgyn Undip.
Bagi yang tertarik dan membutuhkan tulisan tersebut dapat menghubungi pengurus perpustakaan Mbak Rina Telp. 081325549358 dan Mbak Asih telp 08157720740, atau dengan kontak dr. Ketut Widaya, atau juga dapat menghubungi kami via email obgyn undip.
